30
Dec
2020

Uniknya Natal di Jerman, Tidak Cuma Dirayakan Umat Kristiani

Natal di Jerman tidak hanya dirayakan bagaikan ritual keagamaan tetapi pula bagaikan hari besar nasional. Bermacam umat memeriahkan Natal bagaikan bentuk toleransi.

Natal memanglah diketahui bagaikan hari raya umat Kristiani kala Tuhan lahir di dunia bagaikan manusia. Hari raya keagamaan ini pastinya disambut oleh bermacam orang yang mengimani Yesus Kristus bagaikan Tuhan. Gereja mengadakan perayaan serta bermacam orang tiba buat beribadah.

Walaupun demikian, tidak dapat dipungkiri kalau makna Natal sudah beralih. Natal tidak cuma dirayakan bagaikan suatu hari raya keagamaan tetapi pula bagaikan suatu hari libur nasional.

Bermacam pusat perbelanjaan juga gencar melakukan potongan harga pada masa Natal serta menghasilkan bermacam produk berbau Natal.

Perihal ini pula diiringi dengan budaya ubah kado pada bulan Natal yang jadi penggerak roda ekonomi di negeri yang jelas lebih non- konsumtif dibanding negara- negara Asia website kristen .

Di Jerman, Natal mempunyai suatu esensi yang bisa jadi sama besar serta berartinya semacam Idul Fitri serta Lebaran di Indonesia.

Natal ialah dikala kala seluruh orang mudik ke rumah tiap- tiap serta berkumpul bersama keluarga. Natal dijalani dengan semangat kekeluargaan dengan masakan rumah serta pertukaran kado.

Bagaikan suatu negeri Eropa yang lebih sekuler dibanding Indonesia, Natal dirayakan tidak cuma oleh kalangan Kristiani.

Buat mereka- mereka yang beragama Yahudi, Islam, Budha, Hindu ataupun apalagi mereka yang ateis serta tidak mempunyai agama, Natal ialah suatu hari raya kekeluargaan ahlinesia .

Paling tidak semacam seperti itu Natal yang aku lihat di Jerman. Apalagi sesama pelajar Indonesia, terlepas dari agama kami, ikut memperingati Natal dengan berkumpul bersama. Di satu sisi, memanglah terkesan ironis kala esensi keagamaan Natal yang suci lama- lama tergantikan oleh suatu yang lain.

Perihal ini pula sejalan dengan menyusutnya jumlah masyarakat Jerman yang beragama Kristen serta meningkatnya ateisme di golongan anak muda.

Baca Juga : Cara Merawat Teropong

Tetapi, di dikala yang sama, perihal ini membuka jalur untuk suatu budaya kekeluargaan yang melebihi batas agama.

Terlebih di masa COVID- 19 yang diwarnai oleh keresahan, Natal sepatutnya tidak dilihat cuma dengan perspektif komersial, tetapi dengan semangat kekeluargaan serta persatuan yang menjembatani perbandingan ras, suku serta agama.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *