12
Mar
2021

AS Sebut Cina Selaku Ancaman Keamanan Terbanyak di Abad 21

Amerika Serikat menyangka Cina selaku ancaman keamanan terbanyak di abad 21. Perihal ini menyusul penguatan militer Negara Gorden Bambu yang dinilai terus menjadi kasar paling utama di kawasan Asia- Pasifik.

Perihal itu diungkapkan Komandan Satuan Komando Militer AS Kawasan Indo- Pasifik, Laksamana Philip Davidson, dalam rapat di Senat AS, Selasa( 9/ 3).

Davidson berkata Cina lagi membangun angkatan bersenjatanya dengan terus menjadi ofensif. Tidak cuma itu, dia pula menyangka Beijing terus memperluas pengaruh di kawasan sebab mau menandingi kekuatan militer Amerika di Asia.

” Aku seumur hidup aku menguasai sebagian keahlian yang mereka( Cina) tempatkan di lapangan merupakan bentuk badan yang kasar,” kata Davidson.

” Aku memandang mereka meningkatkan sistem, keahlian, serta bentuk badan yang menampilkan kalau mereka tertarik pada agresi,” ucapnya meningkatkan Berita Politik, Olahraga dan Hiburan Amerika .

Dalam rapat itu, Davidson mengajukan pertambahan anggaran beberapa miliaran dolar buat membeli persenjataan baru di kawasan Pasifik. Baginya, investasi dibutuhkan buat meredam tekad militer Cina di kawasan itu.

Davidson menggambarkan Cina selaku” ancaman strategis jangka panjang serta terbanyak untuk keamanan di abad ke- 21.”

Dia menyangka Beijing sudah melaksanakan aksi yang terus menjadi mengecam dengan menyinggung kegiatan militer Cina di Taiwan sampai Laut Cina Selatan.

” Aku takut mereka memesatkan tekad mereka buat mengambil alih Amerika Serikat serta kedudukan kepemimpinan kami dalam tatanan internasional berbasis ketentuan, yang sudah lama mereka katakan kalau mereka mau melaksanakannya pada tahun 2050. Aku takut tentang mereka menggapai sasaran itu lebih kilat,” ucap Davidson semacam dilansir CNN.

Sedangkan itu, Cina kesekian kali menegaskan kalau penguatan militernya senantiasa bertabiat defensif buat mempertahankan diri.

” Pengembangan pertahanan nasional Cina bertujuan buat penuhi kebutuhan keamanan yang legal serta berkontribusi pada perkembangan kekuatan damai dunia,” bunyi novel putih pertahanan Cina 2019.” Cina tidak hendak sempat mengecam negeri lain ataupun mencari daerah pengaruh apa juga.”

Davidson apalagi menyangka Cina dapat menginvasi Taiwan dalam 6 tahun ke depan dengan penguatan militer yang terus menjadi kasar ini.

Sepanjang ini, Cina menyangka Taiwan selaku daerah pembangkang lantaran berkeras mau memerdekakan diri selaku negeri berdaulat.

Kedekatan Cina serta Taiwan pula terus memburuk sehabis Taipei dipandu oleh Presiden Tsai Ing- wen. Tsai ialah Presiden Taiwan yang pro- demokrasi.

Tetapi, Presiden Cina, Xi Jinping, berkeras tidak hendak membiarkan Taiwan merdeka. Dia apalagi bersumpah hendak melaksanakan seluruh metode, tercantum perang militer buat mempertahankan Taiwan.

AS alihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Cina pada 1979. Walaupun begitu, AS senantiasa jadi sekutu tidak formal serta pendukung militer terutama untuk Taiwan di dasar perjanjian Taiwan Relations Act.

Tidak hanya Taiwan, Davidson pula menyinggung agresifitas militer Cina di Pasifik serta Laut Cina Selatan.

Baca Juga : Perbanyakan Stek Tanaman

” Kami memandang penyebaran angkatan laut Cina dari kelompok tugas layanan serta kapal selam yang melaksanakan pelayaran mengelilingi Guam serta Persemakmuran Mariana Utara,” katanya.

Guam ialah salah satu pulau di Micronesia, barat Pasifik, yang jadi posisi basis militer AS dengan paling tidak 170 ribu masyarakat Negara Paman Sam.

” Guam merupakan sasaran hari ini. Itu butuh dipertahankan,” kata Davidson.” Pertahanan mereka merupakan pertahanan tanah air.”

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *